Singkatnya: joint attention adalah kemampuan anak berbagi perhatian dengan orang lain terhadap hal yang sama, misalnya melihat ke arah yang ditunjuk ibu lalu menatap kembali wajah ibu. Pada anak autis, kemampuan ini sering terlambat berkembang dan termasuk tanda paling awal. Joint attention penting karena berkaitan erat dengan kemampuan berbahasa dan bersosialisasi di kemudian hari, dan penelitian menunjukkan kemampuan ini bisa dilatih lewat intervensi yang terarah.

Catatan sebelum membaca

Artikel ini adalah rangkuman informasi untuk orang tua, guru, dan pendamping, bukan alat diagnosis dan bukan saran medis. Autisme hanya bisa didiagnosis oleh dokter atau psikolog yang berkompeten. Tidak ada latihan yang "menyembuhkan" autisme; tujuan latihan joint attention adalah membantu anak berkomunikasi dengan lebih baik.

Apa Itu Joint Attention?

Bayangkan seorang ibu menunjuk kucing di halaman sambil berkata, "Lihat, ada kucing!" Anaknya menoleh ke arah kucing, lalu menatap wajah ibunya sambil tersenyum, seolah berkata, "Iya, aku juga lihat." Momen sederhana itu disebut joint attention atau atensi bersama: dua orang memperhatikan hal yang sama, dan keduanya sadar sedang berbagi perhatian.

Kemampuan ini muncul jauh sebelum anak bisa bicara. Menurut tinjauan neurosains oleh Peter Mundy, joint attention mulai berkembang sejak bayi berusia sekitar 5 bulan dan pada dasarnya adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang yang sama dengan orang lain (Mundy, 2018). Tinjauan yang sama menjelaskan bahwa joint attention melibatkan jaringan luas di otak, bukan satu bagian saja, dan berhubungan dengan kemampuan memahami pikiran orang lain yang berkembang kemudian.

Ciri khas joint attention adalah pola segitiga: anak, orang lain, dan benda. Anak tidak hanya melihat benda, dan tidak hanya melihat orang, tetapi berpindah pandangan di antara keduanya untuk berbagi pengalaman.

Dua Jenis Joint Attention: Merespons dan Memulai

JenisArtinyaContoh sehari-hari
Merespons joint attention (RJA)Anak mengikuti arah pandangan atau tunjukan orang lainAyah menunjuk pesawat, anak ikut melihat ke langit
Memulai joint attention (IJA)Anak yang mengajak orang lain memperhatikan sesuatuAnak menunjuk bus lalu menoleh ke ibu, atau membawa mainan untuk diperlihatkan

Penting juga membedakan menunjuk untuk berbagi dengan menunjuk untuk meminta. Anak yang menunjuk biskuit karena ingin diambilkan sedang meminta. Anak yang menunjuk burung lalu menatap wajah Anda sedang berbagi. Penelitian Charman menemukan bahwa perilaku berbagi yang melibatkan perpindahan pandangan segitiga inilah yang memprediksi perkembangan bahasa, sedangkan kontak mata dua arah saja tidak (Charman, 2003).

Kenapa Joint Attention Penting bagi Anak Autis?

Ada setidaknya empat alasan yang didukung penelitian.

1. Termasuk tanda paling awal autisme

Hambatan joint attention termasuk tanda autisme yang paling awal terlihat (Charman, 2003). Karena itu, perilaku seperti menunjuk dan menunjukkan benda menjadi bagian dari daftar tanda yang dipantau dokter anak. American Academy of Pediatrics menganjurkan skrining autisme terstandar pada usia 18 dan 24 bulan, dan autisme dapat didiagnosis sejak usia 18 bulan (Hyman dkk., AAP 2020).

2. Berkaitan erat dengan kemampuan bahasa

Anak belajar kata dengan menghubungkan suara yang diucapkan orang dewasa dengan benda yang sedang sama-sama diperhatikan. Tanpa atensi bersama, kata "kucing" tidak punya pasangan yang jelas. Dalam studi Charman, joint attention anak autis pada usia 20 bulan berhubungan dengan kemajuan bahasa yang lebih besar dan gejala sosial komunikasi yang lebih ringan pada usia 42 bulan (Charman, 2003).

Tinjauan sistematis dan meta-regresi atas 71 laporan dengan 1.859 peserta autis dan 1.835 peserta tipikal menemukan hubungan joint attention dan bahasa lebih kuat pada kelompok autis dibanding anak pada umumnya, dan paling kuat untuk kemampuan merespons joint attention (Bottema-Beutel, 2016). Penulisnya menjelaskan, anak yang berkembang tipikal biasanya sudah punya joint attention yang cukup, sehingga perbedaan kecil tidak banyak berpengaruh. Pada anak autis, perkembangan bahasa lebih bergantung pada seberapa baik kemampuan joint attention-nya.

Bila anak juga terlambat bicara, baca penjelasan speech delay dan peran terapi wicara.

3. Fondasi kemampuan sosial

Berbagi perhatian adalah bentuk paling awal dari "ngobrol" tanpa kata. Mundy menjelaskan adanya kesinambungan antara hambatan joint attention di usia prasekolah dengan kemampuan memahami sudut pandang dan pikiran orang lain di masa kanak-kanak (Mundy, 2018). Kemampuan inilah yang nanti dipakai anak untuk bergiliran bermain, memahami candaan, dan berteman. Latihan lanjutannya dibahas di artikel social skills training anak autis.

4. Bisa menjadi sasaran intervensi dini

Joint attention termasuk kemampuan yang disebut pivotal, yaitu kemampuan kunci yang bila membaik ikut mendorong kemampuan lain. Charman mencatat joint attention berkaitan dengan hasil perkembangan anak, baik secara alami maupun ketika dijadikan sasaran program intervensi dini (Charman, 2003). Menariknya, joint attention tidak berhubungan dengan perilaku berulang, sehingga keduanya tampaknya berkembang lewat jalur yang berbeda.

Tanda Anak Kesulitan Joint Attention

CDC (pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat) mencantumkan beberapa tanda autisme yang berkaitan langsung dengan joint attention (CDC):

Tanda lain yang sering dilaporkan orang tua: anak jarang menoleh ke arah yang Anda tunjuk, jarang melihat wajah Anda saat sesuatu yang seru terjadi, atau lebih sering menarik tangan Anda ke benda yang diinginkan tanpa menatap Anda.

Penting: satu atau dua tanda di atas tidak berarti anak pasti autis. Tanda ini adalah alasan untuk berkonsultasi ke dokter anak atau psikolog, bukan untuk menyimpulkan sendiri. Semakin awal dievaluasi, semakin awal anak bisa mendapat dukungan yang sesuai.

Apakah Joint Attention Bisa Dilatih?

Bisa, dan buktinya cukup kuat.

Artinya, hasil setiap anak berbeda. Program sebaiknya disusun bersama terapis berdasarkan kemampuan awal anak. Pendekatan yang sering memasukkan joint attention antara lain pivotal response training (PRT) dan terapi bermain. Gambaran lebih luas ada di artikel tinjauan intervensi dini autisme dan macam-macam terapi pada anak.

Cara Melatih Joint Attention di Rumah

Latihan berikut bersifat umum dan paling baik dijalankan sesuai arahan terapis anak Anda. Kuncinya: singkat, sering, dan menyenangkan.

  1. Ikuti minat anak. Duduk sejajar dengan anak dan ikut bermain dengan benda yang sedang ia pegang. Anak lebih mudah berbagi perhatian pada hal yang ia sukai.
  2. Posisikan wajah Anda di depan anak. Duduk berhadapan, bukan di belakang, supaya anak mudah berpindah pandang antara mainan dan wajah Anda.
  3. Buat jeda yang ditunggu. Tiup gelembung sabun, lalu berhenti sejenak sambil menunggu anak menatap Anda sebelum meniup lagi.
  4. Tunjuk sambil beri nama. Tunjuk benda yang dekat dulu, ucapkan namanya dengan singkat, lalu tunggu anak melihat. Bila perlu, dekatkan benda ke arah pandangan anak.
  5. Tanggapi setiap usaha berbagi. Saat anak menunjuk atau memperlihatkan sesuatu, respons dengan antusias dan beri nama bendanya.
  6. Masukkan ke rutinitas. Waktu makan, mandi, dan membaca buku bergambar adalah kesempatan alami. Jadwal visual dapat membantu anak merasa aman dengan rutinitas.
  7. Jangan memaksa kontak mata. Memegang dagu anak agar menatap Anda bisa membuat anak tidak nyaman. Tujuannya berbagi pengalaman, bukan menatap lama.

Tips pendampingan sehari-hari lainnya ada di artikel tips mendampingi anak autis.

Peran Guru dan Sekolah

Pendampingan di YUKA

YUKA mendampingi anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan inklusi dan layanan terapi di Sleman. Untuk mengetahui layanan yang tersedia, hubungi tim YUKA melalui halaman kontak atau lihat program YUKA.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu joint attention pada anak?

Joint attention adalah kemampuan anak berbagi perhatian dengan orang lain terhadap benda atau kejadian yang sama, misalnya menoleh ke arah yang ditunjuk orang tua, lalu melihat kembali ke wajah orang tua. Kemampuan ini mulai berkembang sejak bayi berusia sekitar 5 bulan.

Kenapa joint attention penting bagi anak autis?

Karena joint attention berkaitan erat dengan perkembangan bahasa dan kemampuan sosial. Penelitian menemukan anak autis dengan joint attention lebih baik di usia 20 bulan menunjukkan kemajuan bahasa yang lebih besar di usia 42 bulan, dan kaitan joint attention dengan bahasa justru lebih kuat pada anak autis dibanding anak pada umumnya.

Apa tanda anak kesulitan joint attention?

Menurut CDC, beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah anak tidak menunjukkan benda yang ia sukai kepada orang lain sampai usia 15 bulan, tidak menunjuk untuk memperlihatkan sesuatu yang menarik sampai usia 18 bulan, dan menghindari kontak mata. Tanda ini bukan diagnosis, tetapi alasan untuk berkonsultasi ke dokter anak.

Apakah joint attention bisa dilatih?

Bisa. Tinjauan sistematis atas 15 studi acak menemukan intervensi joint attention yang terarah memberi efek positif pada anak autis usia dini. Latihan paling baik dirancang bersama terapis, lalu dilanjutkan orang tua dalam kegiatan sehari-hari seperti bermain dan makan.

Umur berapa anak sebaiknya diskrining autisme?

American Academy of Pediatrics menganjurkan skrining autisme terstandar pada usia 18 dan 24 bulan, karena autisme dapat didiagnosis sejak usia 18 bulan. Bila orang tua khawatir lebih awal, jangan menunggu jadwal skrining untuk berkonsultasi.

Artikel Terkait