Pivotal Response Training (PRT), juga disebut Pivotal Response Treatment, adalah intervensi perilaku naturalistik untuk anak autis yang melatih area kunci perkembangan, yaitu motivasi, respons terhadap berbagai isyarat, pengelolaan diri, dan inisiatif sosial. Latihannya dilakukan lewat bermain dengan mengikuti minat anak, sehingga kemajuan di area kunci diharapkan ikut memperbaiki keterampilan lain yang tidak dilatih langsung.

Catatan sebelum membaca

Artikel ini menjelaskan cara kerja PRT dan ringkasan penelitian, bukan panduan terapi mandiri. Kesesuaian PRT untuk anak ditentukan psikolog, terapis, atau dokter tumbuh kembang setelah asesmen. Hasil penelitian yang dikutip berlaku untuk kelompok anak tertentu dan tidak menjamin hasil yang sama pada setiap anak.

Apa Itu Pivotal Response Training

PRT dikembangkan oleh Robert L. Koegel dan Lynn Kern Koegel di University of California, Santa Barbara. Kata pivotal berarti "poros" atau "kunci". Gagasannya sederhana: bila beberapa kemampuan dasar yang menjadi poros diperkuat, banyak keterampilan lain ikut membaik tanpa harus dilatih satu per satu.

PRT berakar dari prinsip Applied Behavior Analysis (ABA), tetapi dijalankan secara naturalistik. Menurut Gengoux dan rekan (2019), PRT termasuk intervensi perilaku perkembangan naturalistik (NDBI) yang dirancang untuk meningkatkan motivasi anak berinteraksi dengan berfokus pada minat anak dan menghargai usahanya dengan penguatan alami. Terapis atau orang tua mencontohkan bahasa selama bermain, lalu menunggu anak mencoba berkomunikasi sebelum memberi akses ke kegiatan yang disukainya.

Dalam kajian besar praktik berbasis bukti untuk anak dan remaja autis, Hume dan rekan (2021) menggabungkan PRT ke dalam kategori Naturalistic Intervention (intervensi naturalistik), bersama pendekatan seperti JASPER dan Milieu Teaching. Artinya, PRT tidak lagi dihitung sebagai kategori tersendiri, tetapi sebagai salah satu model dalam kelompok intervensi yang dinilai berbasis bukti.

Empat Area Kunci dalam PRT

Koegel, Koegel, dan McNerney (2001) membahas beberapa area kunci yang dinilai sangat berpengaruh dalam intervensi autisme:

  1. Motivasi. Area yang paling sering dilatih. Banyak anak autis tampak tidak tertarik pada kegiatan belajar. PRT berusaha membuat anak ingin berkomunikasi karena komunikasi itu langsung membawa hasil yang ia sukai.
  2. Respons terhadap berbagai isyarat. Sebagian anak autis hanya memperhatikan satu ciri benda, misalnya warna saja. Latihan ini mengajak anak memperhatikan beberapa ciri sekaligus, misalnya "ambil bola merah yang besar".
  3. Pengelolaan diri (self-management). Anak belajar mengenali dan mencatat perilakunya sendiri, lalu memberi hadiah untuk dirinya, sehingga tidak selalu bergantung pada pengawasan orang dewasa.
  4. Inisiatif sosial. Anak belajar memulai interaksi, misalnya bertanya "apa itu?" atau mengajak teman bermain, bukan hanya menjawab saat ditanya.

Koegel dan rekan menulis bahwa ketika anak autis termotivasi memulai interaksi sosial yang kompleks, siklus hambatan perkembangannya bisa berbalik, dan banyak anak menunjukkan hasil intervensi yang sangat baik. Ini temuan kelompok, bukan janji untuk setiap anak.

Teknik Memotivasi Anak dalam PRT

Mohammadzaheri dan rekan (2014) merangkum variabel yang dipakai PRT untuk meningkatkan respons, kecepatan merespons, dan suasana hati anak saat belajar:

Prinsip menghargai usaha dan hadiah alami ini berbeda dari sistem hadiah umum. Untuk gambaran sistem hadiah di rumah, lihat juga artikel reward system untuk anak autis.

Contoh Satu Putaran Latihan

Berikut gambaran sederhana satu putaran PRT saat anak bermain gelembung sabun. Ini penyederhanaan untuk memahami alurnya, bukan protokol terapi:

  1. Ikuti pilihan anak. Anak tertarik pada botol gelembung. Orang tua memegang botolnya sehingga anak perlu berkomunikasi untuk mendapatkannya (kendali bersama).
  2. Beri kesempatan yang jelas. Orang tua memastikan anak memperhatikan, lalu mencontohkan kata singkat: "tiup".
  3. Tunggu. Beri jeda beberapa detik agar anak mencoba merespons.
  4. Hargai usaha. Anak berkata "ti..." Itu dihitung usaha yang masuk akal.
  5. Beri hadiah alami segera. Orang tua langsung meniup gelembung sambil mengulang "tiup!". Anak mendapat persis apa yang dimintanya.

Putaran seperti ini diulang berkali-kali sepanjang hari, dalam kegiatan yang berbeda: saat makan, mandi, atau bermain mobil-mobilan. Targetnya disesuaikan kemampuan anak, dari satu suku kata sampai kalimat.

Apa Kata Penelitian

Cara membaca bukti ini: uji acak terkontrol tentang PRT masih berukuran kecil sampai sedang (30 sampai 53 anak), dan ukuran efeknya tergolong sedang. Para peneliti sendiri menyebut perlunya penelitian lanjutan, misalnya untuk menentukan kombinasi intensitas dan durasi yang paling tepat. Ringkasan yang lebih luas tentang intervensi dini ada di artikel tinjauan sistematis intervensi dini autisme.

PRT Dibanding ABA Terstruktur

AspekPRT (naturalistik)ABA terstruktur (discrete trial)
Siapa memilih materiAnak, sesuai minatnyaTerapis, sesuai kurikulum
Tempat latihanBermain dan rutinitas sehari-hariUmumnya di meja, sesi terjadwal
HadiahAlami, berkaitan langsung dengan permintaan anakSering berupa hadiah terpisah (pujian, token, makanan kecil)
Respons yang dihargaiUsaha yang masuk akalUmumnya respons yang benar atau mendekati target
SasaranArea kunci (motivasi, inisiatif, dan lainnya)Keterampilan spesifik satu per satu
PelaksanaTerapis, guru, dan orang tua yang dilatihTerutama terapis terlatih

Kedua pendekatan sama-sama berakar pada prinsip perilaku dan tidak saling meniadakan. Banyak program menggabungkan keduanya sesuai kebutuhan anak. Pendekatan berbasis bermain lain yang sering dibandingkan dengan PRT adalah Floortime dan Hanen.

Peran Orang Tua dan Guru

PRT dirancang agar anak mendapat banyak kesempatan belajar di luar ruang terapi. Gengoux dan rekan (2019) menjelaskan bahwa pelatihan orang tua dalam PRT menambah paparan anak terhadap intervensi di sepanjang rutinitas harian. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Cari pendamping yang memahami PRT. Tanyakan kepada psikolog atau terapis apakah mereka memakai pendekatan naturalistik dan bisa melatih orang tua.
  2. Amati minat anak. Buat daftar benda dan kegiatan yang paling disukai anak. Daftar ini menjadi bahan latihan.
  3. Pegang kendali bersama. Letakkan benda favorit di tempat yang terlihat tetapi perlu diminta, supaya anak punya alasan untuk berkomunikasi.
  4. Sabar menunggu, cepat menghargai. Beri jeda agar anak mencoba, lalu hargai usahanya dengan segera.
  5. Samakan cara dengan guru. Guru pendamping di sekolah inklusi bisa memakai prinsip yang sama saat anak bermain atau belajar di kelas.

Bila anak juga menjalani terapi wicara, cara memberi bantuan saat anak belum berhasil dibahas di artikel metode prompt dalam terapi wicara. Tips mendampingi sehari-hari ada di tips mendampingi anak autis.

Batasan yang Perlu Diketahui

Pendampingan di YUKA

YUKA mendampingi anak berkebutuhan khusus dan keluarganya lewat pendidikan inklusi di Sleman. Pemilihan intervensi seperti PRT tetap perlu asesmen oleh tenaga profesional. Ayah dan Bunda bisa berdiskusi dengan tim YUKA tentang pendampingan belajar anak melalui halaman kontak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Pivotal Response Training (PRT)?

PRT adalah intervensi perilaku naturalistik untuk anak autis yang dikembangkan Robert dan Lynn Koegel. Alih-alih melatih keterampilan satu per satu, PRT menyasar area kunci (pivotal) seperti motivasi, sehingga kemajuan di satu area diharapkan ikut memperbaiki keterampilan lain. Latihannya dilakukan lewat bermain dan rutinitas sehari-hari dengan mengikuti minat anak.

Apa beda PRT dengan terapi ABA biasa?

PRT berakar dari prinsip ABA, tetapi dilakukan secara naturalistik. ABA terstruktur (misalnya discrete trial) memakai latihan berulang di meja dengan materi yang dipilih terapis. PRT memakai benda dan kegiatan yang dipilih anak, memberi hadiah alami (anak langsung mendapat benda yang dimintanya), dan menghargai usaha anak walau belum sempurna.

Umur berapa anak bisa mengikuti PRT?

Uji klinis PRT melibatkan anak dari usia prasekolah sampai usia sekolah dasar. Hardan dan rekan (2015) meneliti anak usia 2 sampai 6 tahun, Gengoux dan rekan (2019) anak usia 2 sampai 5 tahun, dan Mohammadzaheri dan rekan (2014) anak usia 6 sampai 11 tahun. Kesesuaian untuk anak tertentu tetap ditentukan tenaga profesional setelah asesmen.

Apakah orang tua bisa belajar menerapkan PRT?

Bisa. PRT memang dirancang agar orang tua ikut menerapkannya. Dalam uji klinis Hardan dan rekan (2015), 84 persen orang tua di kelompok pelatihan PRT memenuhi kriteria ketepatan penerapan setelah 12 minggu. Pada studi Gengoux dan rekan (2019), angkanya 91 persen dalam 24 minggu. Pelatihan tetap sebaiknya didampingi terapis yang memahami PRT.

Apakah PRT menjamin anak autis bisa bicara?

Tidak. Penelitian menunjukkan rata-rata kemajuan komunikasi yang lebih besar dibanding kelompok pembanding, tetapi respons setiap anak berbeda. Hardan dan rekan (2015) juga mencatat bahwa kemampuan visual awal anak ikut memprediksi respons terhadap PRT. PRT adalah salah satu pilihan intervensi, bukan jaminan hasil.

Artikel Terkait