Anak-anak belajar menulis dan membaca di lantai dan meja rendah dalam satu ruang kelas
Belajar bersama di kelas tetap menjadi tempat utama anak melatih perhatian. Program digital, bila dipakai, hanya pelengkap. Foto: dokumentasi YUKA Indonesia

Singkatnya: digital therapeutics untuk ADHD anak adalah perangkat lunak yang diuji secara klinis untuk membantu mengatasi gejala ADHD. Contoh paling dikenal adalah EndeavorRx, program berbentuk video game yang diizinkan FDA Amerika Serikat pada Juni 2020 untuk memperbaiki fungsi atensi anak usia 8 sampai 12 tahun dengan ADHD tipe inatentif atau kombinasi. Program ini berupa resep dokter, bukan pengganti obat, terapi perilaku, atau dukungan sekolah, dan manfaatnya terukur pada tes atensi komputer, belum tentu pada perilaku sehari-hari.

Catatan sebelum membaca

Artikel ini adalah informasi umum untuk orang tua, guru, dan pendamping, bukan saran medis dan bukan rekomendasi produk. Diagnosis ADHD dan rencana terapinya harus ditetapkan oleh dokter anak, psikiater anak, atau psikolog klinis yang memeriksa anak secara langsung.

Apa Itu Digital Therapeutics untuk ADHD Anak?

Digital therapeutics (sering disingkat DTx) adalah program perangkat lunak yang dibuat untuk menangani, mengelola, atau mencegah suatu kondisi kesehatan, dan klaimnya diuji lewat penelitian klinis. Bentuknya bisa aplikasi di tablet, program di komputer, atau permainan video. Yang membedakannya dari aplikasi kesehatan biasa adalah bukti klinis dan penilaian regulator untuk klaim medis yang spesifik.

ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi perhatian, kontrol impuls, dan tingkat aktivitas anak. Pedoman American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut ADHD sebagai salah satu gangguan perilaku saraf yang paling sering terjadi pada masa kanak-kanak, dengan dampak pada prestasi belajar, kesejahteraan, dan pergaulan anak (Wolraich dkk., AAP 2019).

Gagasan di balik digital therapeutics untuk ADHD cukup sederhana: kalau latihan tertentu bisa merangsang fungsi atensi, latihan itu bisa dikemas dalam permainan yang menarik bagi anak, dimainkan dengan dosis terukur di rumah, dan dipantau oleh tenaga kesehatan.

Bedanya dengan Aplikasi dan Game Biasa

Di toko aplikasi, banyak sekali game yang mengklaim "melatih fokus" atau "mengasah konsentrasi". Sebagian mungkin menyenangkan dan tidak berbahaya, tetapi klaim seperti itu belum tentu pernah diuji. Perbedaan utamanya:

Jadi, sebuah game yang terlihat mirip belum tentu memberi manfaat yang sama. Anak ADHD justru sering kesulitan menghentikan aktivitas layar, sehingga pembatasan waktu tetap penting.

EndeavorRx: Digital Therapeutic yang Diizinkan FDA

Pada 15 Juni 2020, FDA Amerika Serikat mengabulkan permohonan De Novo nomor DEN200026 untuk EndeavorRx, yang diajukan Akili Interactive Labs, dan menggolongkannya sebagai perangkat medis kelas II dengan nama generik "digital therapy device for ADHD" (database De Novo FDA).

Indikasi resmi yang tercantum dalam surat keputusan FDA intinya sebagai berikut (FDA DEN200026):

FDA juga mewajibkan label untuk pasien dan dokter memuat peringatan bahwa perangkat ini tidak dimaksudkan sebagai terapi tunggal.

Apa Kata Uji Klinisnya?

Uji STARS-ADHD (2020)

Uji klinis acak tersamar ganda ini melibatkan 348 anak usia 8 sampai 12 tahun dengan ADHD yang tidak sedang minum obat ADHD, di 20 lembaga penelitian di Amerika Serikat. Kelompok perlakuan memainkan AKL-T01 (nama penelitian EndeavorRx) sekitar 25 menit sehari, 5 hari seminggu, selama 4 minggu, sedangkan kelompok kontrol memainkan program digital pembanding (Kollins dkk., 2020).

Hasilnya, skor atensi TOVA pada kelompok AKL-T01 membaik lebih banyak dibanding kelompok kontrol, dan perbedaannya bermakna secara statistik. Tidak ada efek samping serius. Efek samping yang muncul tergolong ringan, yang paling sering adalah rasa frustrasi (3 persen) dan sakit kepala (2 persen). Rata-rata anak menyelesaikan 83 persen sesi yang dijadwalkan. Para peneliti sendiri menulis bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan.

Uji STARS-Adjunct (2021)

Penelitian kedua bersifat terbuka (tanpa kelompok kontrol) dan melibatkan anak usia 8 sampai 14 tahun: 130 anak yang sedang minum obat stimulan dan 76 anak yang tidak minum obat ADHD. Setelah 4 minggu, skor gangguan fungsi sehari-hari (Impairment Rating Scale) yang dinilai orang tua membaik pada kedua kelompok. Hasil bertahan selama jeda 4 minggu dan membaik lagi pada putaran terapi kedua (Kollins dkk., 2021).

Cara membaca bukti ini

Dua catatan penting untuk orang tua. Pertama, kedua penelitian didanai atau didukung oleh perusahaan pembuatnya, dan hal ini dinyatakan terbuka dalam publikasinya. Kedua, penelitian kedua tidak memakai kelompok kontrol, sehingga perbaikan yang terlihat belum bisa dipastikan berasal dari programnya saja. Bukti yang ada menjanjikan, tetapi belum sekuat bukti untuk obat ADHD dan terapi perilaku yang sudah diteliti selama puluhan tahun.

Batasan yang Perlu Dipahami

Posisinya dalam Penanganan ADHD

Pedoman AAP 2019 merekomendasikan bahwa untuk anak usia 6 tahun sampai sebelum 12 tahun, dokter meresepkan obat ADHD yang disetujui FDA bersama pelatihan manajemen perilaku untuk orang tua dan/atau intervensi perilaku di kelas, dan menegaskan bahwa dukungan pendidikan serta penyesuaian di sekolah adalah bagian yang wajib dari setiap rencana terapi (AAP 2019, KAS 5b).

Artinya, fondasi penanganan ADHD anak tetap terdiri dari beberapa lapis:

  1. Diagnosis yang tepat oleh tenaga profesional. Proses dan jalurnya di Indonesia dibahas di artikel diagnosis ADHD di Indonesia.
  2. Terapi perilaku dan pelatihan orang tua, yang mengubah cara keluarga merespons perilaku anak.
  3. Obat bila direkomendasikan dokter, termasuk pilihan obat non-stimulan.
  4. Dukungan sekolah, dari posisi duduk sampai cara tugas diberikan.

Digital therapeutics, bila tersedia dan sesuai, bisa menjadi lapis tambahan di atas fondasi itu, bukan penggantinya. Gambaran berbagai jenis terapi lain ada di artikel macam-macam terapi pada anak.

Panduan bagi Orang Tua

Bila Anda membaca tentang digital therapeutics dan tertarik mencobanya, beberapa langkah berikut bisa membantu:

  1. Pastikan diagnosisnya dulu. Anak yang sangat aktif belum tentu ADHD. Bacalah ciri-ciri anak ADHD berdasarkan usia dan panduan untuk orang tua anak hiperaktif, lalu konsultasikan ke profesional.
  2. Tanyakan ke dokter secara spesifik. Apakah usia dan tipe ADHD anak sesuai indikasi? Program mana yang punya bukti? Bagaimana memantau hasilnya?
  3. Waspadai klaim berlebihan. Aplikasi yang menjanjikan "menyembuhkan ADHD" atau "tanpa obat, tanpa terapi" patut dicurigai.
  4. Atur jadwal dan batas waktu. Ikuti dosis yang ditentukan dan jangan jadikan program terapi sebagai pengganti waktu bermain di luar rumah atau waktu bersama keluarga.
  5. Amati perubahan nyata. Catat bagaimana anak mengerjakan PR, mengikuti instruksi, dan berinteraksi, lalu bawa catatan itu saat kontrol.
  6. Hentikan dan konsultasikan bila anak sering frustrasi, sakit kepala, atau tidurnya terganggu.

Peran Guru dan Sekolah

Apa pun program yang dijalani di rumah, sebagian besar tantangan atensi anak ADHD terlihat di kelas. Guru bisa membantu dengan instruksi yang singkat dan bertahap, tempat duduk yang jauh dari gangguan, jeda gerak di sela pelajaran, dan umpan balik positif yang segera. Guru juga bisa berbagi pengamatan dengan orang tua dan tenaga kesehatan, karena perubahan perilaku di kelas adalah salah satu ukuran paling bermakna untuk menilai apakah sebuah terapi benar-benar membantu.

Pendampingan di YUKA

YUKA mendampingi anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan ADHD, melalui pendidikan inklusi dan layanan terapi di Sleman. Untuk berdiskusi tentang kebutuhan anak Anda, hubungi tim YUKA melalui halaman kontak atau lihat program YUKA.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu digital therapeutics untuk ADHD anak?

Digital therapeutics adalah perangkat lunak yang dirancang dan diuji secara klinis untuk menangani suatu kondisi kesehatan. Untuk ADHD anak, contoh yang paling dikenal adalah EndeavorRx, program berbentuk video game yang diizinkan FDA Amerika Serikat pada Juni 2020 untuk memperbaiki fungsi atensi anak usia 8 sampai 12 tahun.

Apakah digital therapeutics bisa menggantikan obat atau terapi perilaku?

Tidak. Surat keputusan FDA untuk EndeavorRx mewajibkan peringatan bahwa perangkat ini tidak dimaksudkan sebagai terapi tunggal, dan menyebutnya sebagai bagian dari program terapi yang bisa mencakup terapi dari klinisi, obat, dan program pendidikan.

Apakah game edukasi biasa sama dengan digital therapeutics?

Tidak sama. Digital therapeutics melewati uji klinis dan penilaian regulator untuk klaim medis tertentu. Aplikasi atau game yang menyebut dirinya melatih fokus belum tentu pernah diuji, jadi klaimnya tidak bisa disamakan.

Apakah EndeavorRx mengurangi hiperaktivitas?

Belum tentu. Indikasi resmi dari FDA menyebut anak yang memakai EndeavorRx menunjukkan perbaikan pada ukuran atensi berbasis komputer (TOVA), dan mungkin tidak menunjukkan manfaat pada gejala perilaku seperti hiperaktivitas.

Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua yang tertarik mencoba?

Mulailah dari diagnosis dan rencana terapi bersama dokter anak, psikiater anak, atau psikolog klinis. Tanyakan apakah program digital tertentu sesuai usia dan tipe ADHD anak, bagaimana memantaunya, dan bagaimana program itu dipadukan dengan terapi perilaku serta dukungan sekolah.

Artikel Terkait