Terapi ADHD pada anak disesuaikan dengan usianya. Untuk anak di bawah 6 tahun, American Academy of Pediatrics menempatkan pelatihan orang tua dalam manajemen perilaku sebagai langkah pertama sebelum obat dicoba. Untuk anak 6 tahun ke atas dianjurkan kombinasi obat dan terapi perilaku, ditambah dukungan sekolah. Semua obat harus diresepkan dan dipantau dokter.

Setelah diagnosis ADHD ditegakkan, pertanyaan berikutnya hampir selalu soal penanganan: apakah harus minum obat, terapi apa yang paling membantu, dan apa yang bisa dilakukan di rumah. Artikel ini merangkum rekomendasi pedoman resmi tanpa menyebut merek maupun dosis, karena keputusan itu hanya boleh diambil dokter yang memeriksa anak. Gambaran umum ADHD ada di artikel utama ADHD adalah.

Penting sebelum membaca

Artikel ini informasi umum untuk orang tua dan guru, bukan alat diagnosis dan bukan resep. Hanya dokter spesialis anak, psikiater anak, atau psikolog klinis yang dapat menegakkan diagnosis ADHD. Jangan memulai, mengubah, atau menghentikan obat maupun terapi tanpa berbicara dengan tenaga kesehatan yang menangani anak.

Apakah ADHD Bisa Sembuh?

Menurut NIMH, belum ada obat yang menyembuhkan ADHD, tetapi penanganan yang tersedia dapat mengurangi gejala dan memperbaiki fungsi sehari-hari. CDC menyatakan ADHD sering kali dapat dikelola dengan penanganan yang tepat, dan pilihan terbaik bergantung pada anak, keluarganya, dan lingkungannya.

Karena itu tujuan terapi bukan "menghilangkan ADHD", melainkan membantu anak belajar, berteman, dan menjalani hari dengan lebih baik. Waspadai produk atau layanan yang menjanjikan ADHD "sembuh total" dalam waktu singkat.

Bagaimana Penanganan ADHD pada Anak Sesuai Usia?

Rekomendasi American Academy of Pediatrics tahun 2019 yang dirangkum CDC:

UsiaLangkah yang direkomendasikan
Di bawah 6 tahunPelatihan orang tua dalam manajemen perilaku sebagai lini pertama, sebelum obat dicoba.
6 sampai 12 tahunObat bersama terapi perilaku, termasuk pelatihan orang tua, ditambah intervensi perilaku di kelas dan dukungan sekolah.
RemajaObat bersama jenis terapi perilaku dan pelatihan lain yang sesuai untuk remaja, ditambah dukungan sekolah.

Pedoman Inggris NICE NG87 lebih berhati-hati soal obat. Untuk anak di bawah 5 tahun, NICE menganjurkan program pelatihan orang tua berkelompok yang berfokus pada ADHD sebagai lini pertama, dan meminta obat tidak diberikan tanpa pendapat kedua dari layanan spesialis ADHD anak usia dini. Untuk anak 5 tahun ke atas, NICE menyarankan obat hanya bila gejala masih menimbulkan gangguan bermakna yang menetap setelah penyesuaian lingkungan dilakukan dan dievaluasi.

Di Indonesia, lampiran Permenkes 66/2014 mencantumkan standar penanganan GPPH berupa pendekatan pendidikan, pendekatan perilaku, terapi okupasi, pemberian pengobatan, dan rujukan ke psikiater bila perlu.

Apa Itu Terapi Perilaku untuk Anak ADHD?

Terapi perilaku bertujuan memperkuat perilaku positif dan mengurangi perilaku bermasalah, sekaligus melatih kemampuan anak mengendalikan diri. CDC menyebut terapi perilaku efektif untuk ADHD, paling efektif pada anak kecil bila dijalankan oleh orang tua, dan sering bermanfaat bila dimulai segera setelah diagnosis.

Untuk anak kecil, CDC menjelaskan alasan terapi perilaku didahulukan sebelum obat:

NIMH menyebut beberapa bentuk intervensi psikososial yang dapat membantu: terapi perilaku (bantuan praktis mengatur tugas, belajar keterampilan sosial, memantau perilaku sendiri), terapi kognitif perilaku yang melatih fokus dan pengaturan tugas pada anak yang lebih besar, serta terapi keluarga. Terapi juga sangat membantu bila ADHD muncul bersama kecemasan, depresi, atau masalah perilaku.

Pelatihan orang tua bukan tanda pengasuhan yang salah. NICE meminta tenaga kesehatan menegaskan hal ini kepada orang tua: tujuannya mengoptimalkan keterampilan pengasuhan untuk anak yang kebutuhannya memang lebih tinggi.

Obat ADHD Adalah Apa, dan Kapan Diperlukan?

Obat ADHD adalah obat resep yang membantu anak mengelola gejala sehari-hari. Kami sengaja tidak menyebut nama obat dan dosis di sini, karena pilihannya ditentukan dokter setelah pemeriksaan. Yang perlu orang tua ketahui secara umum:

Jangan lakukan sendiri

Jangan membeli obat ADHD tanpa resep, meminjam obat anak lain, atau menghentikan dan mengubah takaran tanpa berbicara dengan dokter. Bila ada efek samping yang mengganggu, catat dan sampaikan kepada dokter yang meresepkan.

Apa Peran Sekolah dan Terapi Lain?

CDC mencatat rekomendasi AAP juga mencakup intervensi perilaku di kelas dan dukungan sekolah. Artinya sekolah bisa menjadi bagian dari penanganan, bukan sekadar tempat anak belajar. Panduan praktis untuk guru ada di strategi mengajar anak ADHD di sekolah.

Terapi okupasi tercantum dalam standar penanganan GPPH di lampiran Permenkes 66/2014. Perlu tidaknya terapi okupasi ditentukan dokter sesuai kebutuhan anak. Pilihan yang lebih baru seperti pelatihan kognitif dan neurofeedback masih diteliti. NIMH menyebut pilihan itu biasanya baru dijajaki setelah obat dan psikoterapi dicoba.

Soal makanan dan suplemen, ulasan bukti lengkapnya ada di suplemen untuk anak ADHD dan makanan yang harus dihindari anak ADHD.

Cara Mengatasi Anak ADHD di Rumah

Strategi berikut dirangkum dari CDC dan NHS. Strategi ini melengkapi, bukan menggantikan, rencana terapi dari tenaga kesehatan:

  1. Jadwal yang sama setiap hari, dari bangun sampai tidur.
  2. Tempat tetap untuk barang seperti tas sekolah, pakaian, dan mainan, supaya tidak mudah hilang.
  3. Kurangi gangguan saat belajar: matikan televisi, batasi suara, dan sediakan meja yang rapi.
  4. Beri pilihan terbatas, misalnya dua pilihan baju atau menu, supaya anak tidak kewalahan.
  5. Instruksi singkat dan jelas, satu per satu, dengan suara tenang.
  6. Pecah tugas besar menjadi langkah pendek. NHS mencontohkan membagi PR atau waktu makan menjadi sesi 15 sampai 20 menit dengan jeda.
  7. Pakai tabel target dan penghargaan untuk perilaku positif, dengan target kecil yang realistis.
  8. Ganti omelan dan pukulan dengan instruksi efektif, time-out, atau pencabutan hak istimewa sebagai konsekuensi.
  9. Cari kekuatan anak, entah di olahraga, seni, musik, atau bermain, supaya ia punya pengalaman berhasil.
  10. Jaga gizi, aktivitas fisik, dan tidur, yang menurut CDC membantu mencegah gejala memburuk.

Bagaimana Mengetahui Terapinya Berhasil?

CDC menyebut rencana penanganan yang baik selalu dipantau ketat, apakah dan seberapa besar membantu perilaku anak, lalu disesuaikan bila perlu. Beberapa pertanyaan yang bisa dibawa saat kontrol:

Belum punya diagnosis? Mulai dari diagnosis ADHD di Indonesia.

Pendampingan di YUKA

Di Sekolah Inklusi Taruna Imani, YUKA mendampingi anak dengan beragam kebutuhan, termasuk anak dengan gangguan perhatian, lewat rutinitas kelas yang terstruktur dan komunikasi rutin dengan orang tua. YUKA adalah lembaga pendidikan, bukan fasilitas medis: kami tidak mendiagnosis dan tidak meresepkan obat. Untuk pemeriksaan dan terapi medis, kami mengarahkan keluarga ke dokter anak, psikiater anak, atau psikolog klinis. Ingin berdiskusi soal pendampingan belajar? Hubungi tim YUKA.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah anak ADHD harus minum obat?

Tidak selalu. Untuk anak di bawah 6 tahun, pedoman AAP yang dirangkum CDC menempatkan pelatihan orang tua sebagai langkah pertama sebelum obat. Untuk anak 6 tahun ke atas, obat biasanya dikombinasikan dengan terapi perilaku. Keputusan memakai obat diambil bersama dokter setelah pemeriksaan.

Apakah ADHD bisa sembuh total?

Menurut NIMH, belum ada obat yang menyembuhkan ADHD, tetapi penanganan yang ada dapat mengurangi gejala dan memperbaiki fungsi sehari-hari anak di rumah, di sekolah, dan dalam pergaulan.

Apa efek samping obat ADHD?

CDC menyebut efek samping yang dapat muncul antara lain berkurangnya nafsu makan dan gangguan tidur. Setiap anak merespons berbeda, sehingga obat harus diresepkan dan dipantau dokter, dan efek samping perlu dilaporkan saat kontrol.

Apakah terapi okupasi membantu anak ADHD?

Terapi okupasi tercantum dalam standar penanganan GPPH di lampiran Permenkes 66/2014, bersama pendekatan pendidikan, pendekatan perilaku, dan pengobatan. Perlu tidaknya terapi okupasi ditentukan dokter sesuai kebutuhan anak.

Seri Panduan ADHD YUKA

Artikel ini bagian dari seri panduan ADHD. Mulai dari artikel utama ADHD adalah: pengertian, gejala, dan penanganannya, lalu lanjutkan ke topik yang paling Ayah dan Bunda butuhkan.